• Formulir

  • Kegiatan

  • Pengembangan Diri

  • Data Artikel Belum Tersedia
  • Kepemimpinan

  • Data Artikel Belum Tersedia

Tentang Gereja BNKP

Gereja BNKP

PROFIL JEMAAT BNKP BATAM

 

A. Pengantar

Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas Kasih dan Anugerah-Nya Gereja BNKP telah berdiri dan berkembang di Batam Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) sejak tahun 1997 yang lalu.
Dalam usia 15 tahun, BNKP Batam banyak mengalami suka duka, tantangan dan kesempatan, namun penyertaan Tuhan Yesus yang menolong dan menyeberangkan sehingga mampu melaluinya dari tahun ke tahun. BNKP Batam juga mengalami pergantian pimpinan dan pelayan, perubahan struktur dan organisasi sebagaimana amanat Tata Gereja BNKP dan peraturan yang ada, yang diatur BPHMS BNKP sebagai pimpinan Sinode di BNKP. BNKP Batam berusaha meningkatkan kwalitas pelayanannya dengan mengadakan pelatihan, pembinaan, dan kebaktian yang membangkitkan spiritualitas serta melakukan ekspansi pelayanan dengan membuka pos-pos pelayanan yang baru yang diikuti dengan pembangunan sarana fisik sebagai tempat pertemuan dan rumah ibadah. Apa dan bagaimana BNKP Batam dapat digambarkan secara singkat dalam paparan berikut ini.

 

B. Gambaran BNKP Batam

Gereja BANUA NIHA KERISO PROTESTAN (BNKP) yang telah menjadi satu sinode sejak 1936 dan telah diakui pemerintah yang sah pada tahun 1938, telah hadir di berbagai kota/kabupaten di wilayah nusantara tercinta ini dan telah ikut terlibat dalam pergumulan bangsa, negara dan masyarakat bersama dengan saudara sebangsa, salah satu diantaranya jemaat BNKP Batam. BNKP Batam berada di Kota Batam, salah satu Kota yang ada di Provinsi KEPRI, berkedudukan di Komplek Ruko Green Land RT 004/RW 002 Kelurahan Teluk Tering Kecamatan Batam Kota di pemerintahan Kota Batam.
Menurut pendataan (perkiraan sementara) pada buku program pelayanan jemaat BNKP Batam 2009, jumlah warga jemaat BNKP Batam (tidak termasuk yang di pos pelayanan) ada 159 Kepala keluarga dengan jumlah jiwa 797 orang (574 dewasa + 223 anak), pendidikan : tidak dan belum sekolah 21,64%, SD 26,81%, SMP 18,78%, SLTA 28,50%, Perguruan tinggi 4,27%. Klasifikasi ekonomi : belum bekerja (anak-anak, penganggura) 31,48%, ibu rumah tangga (belum kerja) 11,66%, buruh 37,30%, karyawan 12,95%, Pegawai swasta/BUMN/BUMD 1,04%, wiraswasta 1,94%, pegawai honor 0,39%, PNS 0,91%, TNI 0,65%, POLRI 1,68% Oleh karena Kota Batam dikenal sebagai Kota Industri dan Pariwisata, maka tidaklah mengherankan bila sebagian besar warga jemaat BNKP Batam bekerja di sektor industri dan Parawisata (perhotelan, dlsb)

 

1. Cikal Bakal lahirnya BNKP Batam. Masyarakat Nias yang telah merantau di Pulau Batam merindukan persatuan dan kesatuan dengan membentuk suatu wadah perkumpulan yaitu OTANIBA (Orahua Talifusö Nias Batam) pada tahun 1983. Seiring dengan berkembangnya perkumpulan OTANIBA maka pengurus memikirkan peningkatan kegiatan kerohanian, sehingga pada tahun 1997 dimulai kebaktian keluarga satu kali sebulan di rumah – rumah keluarga anggota OTANIBA. Otaniba pada saat itu dipimpin Bpk Torowa Daeli, SH bersama Bapak Biduri Sarumaha (alm), Fatiziduhu Gulo, Yobedi Zega (alm), Fatiwanolo Zega, Lata’aro Zebua, Iskandar Dakhi, Imanuel Gulo, Herman Lase, Adrianus Zebua, Freddi Gea, Rusueli Gulo, Asali Zebua, dan tokoh lainnya bersama warga Nias menyepakati pelaksanaan kebaktian Minggu dengan liturgi (agendre) BNKP; dan hal tersebut dimulai pada hari Minggu, 5 Oktober 1997 di rumah Bapak Biduri Sarumaha (alm) di Komplek Perumahan Citra Batam. Pelayan pada saat itu adalah Ibu Pdt Petranita B Zebua, BTh sebagai pelayan Firman Tuhan dan Bapak Fatiziduhu Gulö, SH (A. Prama Gulö) sebagai Liturgos. Melalui ibadah pertama dengan memakai Tata Ibadah (Agendre) BNKP inilah ditetapkan sebagai hari lahirnya BNKP di Pulau Batam. BNKP merayakan natal perdana pada bulan Desember 1997 bertempat di Gereja GKPS Sei Panas karena belum ada tempat ibadah BNKP yang permanen.

 

2. Resminya Menjadi Satu Jemaat Pada bulan Januari 1998, pengurus OTANIBA bersama-sama dengan tokoh masyarakat Nias yang ada di Pulau Batam mengusulkan agar kebaktian Minggu dengan memakai Agendre BNKP dilaksanakan setiap hari Minggu. Mengingat lokasi masih belum ada, maka Bapak Biduri Sarumaha (alm) menyediakan tempat ibadah di Komplek PUSKOPAD Pandawangi sambil mencari lahan pertapakan Gereja yang permanen. Pada bulan Februari 1998, BPHMS BNKP mengeluarkan surat dengan Nomor : 233/II/Um/2/1998, tertanggal 26 Februari 1998, yang berisikan Penunjukkan Batam sebagai satu Jemaat (karena belum ditetapkan wilayah Distrik dimana Batam bergabung), dan baru pada tgl 6 Agustus 1998, BNKP Batam resmi sebagai jemaat, dengan nama Jemaat BNKP Batam sesuai Surat Keputusan BPHMS BNKP No: 128/KEP/VIII/1998. Selanjutnya, pada tanggal 17 Maret 2000, ditetapkann bahwa Jemaat Batam bergabung dalam wilayah pelayanan Distrik Medan I Resort VII BNKP dengan Nomor Induk Gereja (NIG) 0770, berdasarkan Surat Keputusan BPHMS BNKP Nomor : 49/KEP/VII/2000.

 

3. Mulainya Pembangunan Atas kasih dan rahmat Tuhan dan dukungan dari warga Nias serta simpatisan yang memberi hati, mulailah dipikirkan pembangunan fisik sebagai tempat ibadah dan pertemuan jemaat. Pada tanggal 12 Desember 1998, Bapak BACHRUM menyampaikan informasi bahwa Bapak GO IRAWAN akan memberikan FASUM Perumahan Green Land kepada Yayasan BNKP Batam untuk dijadikan pertapakan Gedung Serbaguna/Gereja dengan luas ± 2.500 M2. Dengan informasi tersebut, warga menyambut dengan sukacita sehingga pada tanggal 20 Januari 1999 Majelis Jemaat BNKP Batam bersama tokoh-tokoh warga membentuk Panitia Pembangunan untuk merencanakan Pembangunan Gedung Gereja BNKP. Panitia terbentuk, dengan Ketua Bpk Torowa Daeli, Sekretaris Bpk Agustinus Gea, Bendahara Ibu Ina Prama Gulo dengan anggota Bpk Bachrum (alm), Biduri Sarumaha (alm), Fatiziduhu Gulo, Yobedi Zega (alm), Fatiwanolo Zega, Lata’aro Zebua, Iskandar Dakhi, Adrianus Zebua, Freddi Gea, Rusueli Gulo, Asali Zebua, Sama’aro Waruwu. Karena sudah ada pertapakan Gereja, Panitia membangun tempat kebaktian sementara (lodsu) di lokasi pertapakan Gereja yang diberikan Bapak GO IRAWAN dengan ukuran 7 m x 20 m sehingga tempat kebaktian dipindahkan dari Puskopad ke lokasi yang baru. Supaya penyerahan tanah lokasi gereja itu berkekuatan hukum maka dibuatlah Surat Perjanjian Kerjasama antara Yayasan BNKP yang diwakili ibu Pdt Petranita Zebua dengan PT Avilla Cipta Adi Persada diwakili Bpk Go Irawan yang ditandatangani bersama pada hari Senin, 27 September 2000 di atas materai Rp.6.000,- dan diketahui Direktur PT Bukit Pinang Merah Lestari Bpk Michael Kurniawan.

 

C. Pelayan dan Kepemimpinan di BNKP Batam

1. Tahap awal (1997-1999) Kepemimpinan pelayanan di BNKP Batam pada awalnya masih ditangani pengurus OTANIBA (1997-1999), namun pelayanan lebih banyak ditangani ibu Pdt Petranita Zebua yang pada saat itu beliau ikut suami sekaligus sebagai pendeta misionaris di wilayah Riau, Jambi dan Palembang, dan baru pada tahun 1998 setelah menjadi Jemaat, kepemimpinan dipegang Majelis Jemaat BNKP Batam. Pada tahun 1998, ibu Pdt Petranita Zebua mendapatkan cuti, dan BPHMS BNKP menghunjuk Bapak Guru Jemaat Sanotona Zai (beliau diutus dari kantor Sinode Nias) untuk melaksanakan kepemimpinan sementara (10 Agustus 1998 sd 10 November 1998). Pada tahun 1999 merupakan tahap berikutnya dipilih dan diangkat beberapa Penatua (Satua Niha Keriso) dengan SK No. : 01/SKMJ/BNKP/BTM/1999 yakni : Fatiziduhu Gulo (Ama Prama), Biduri Sarumaha (Ama Robin), Sama’aro Waruwu (Ama Iman), Tiadur La’ia (Ama Ros), Nurhayati Gulo (Ina Pratama), Heramus Duha (Ama Lina), Yantius Zega (Ama Mentari), Rusueli Gulo (Ama Albert). Pada tahap ini, ibu Pdt Petranita Zebua masih memimpin pelayanan, dengan Sekretaris Bpk Freddi Gea dan Bendahara Ibu Kristiani Larosa (Ina Yudith).

 

2. Tahap Penataan Organisasi dan Personalia (tahun 2000 – tahun 2003) Pada tanggal 7 November 2000, BPHMS BNKP menempatkan Ibu Pdt. Petranita B. Zebua, B.Th sebagai Pendeta Jemaat Batam melalui Surat Keputusan BPHMS Nomor : 198/KEP/I/2000 yang dilantik oleh Bapak Pdt. K. Hia, S.Th mewakili BPHMS BNKP. Kemudian pada tahun 2002, mulailah penataan organisasi dan personalia sesuai periodisasi pelayan. Dipilih dan diangkat para penatua (SNK) periode 2002-2007 dengan SK BPMD BNKP Medan I Nomor : 26/KEP/D.MDN.I/7/2002 tertanggal 27 Juli 2002, sebanyak 15 orang yakni : Tiadur Laia (A. Ros), Sama’aro Waruwu (A. Iman), Kristiani Larosa (I. Yudith), Heramus Duha (A. Lina), Rusueli Gulö (A. Albert), Biduri Sarumaha (A. Robin), Yantius Zega (A. Mentari), Fatiziduhu Gea (A. Claudia), Yafeti Zalukhu (A. Ifan), Peniel Zalukhu (A. Putri), Kristimina Harefa (I. Yosep Hutabarat), Saroniatman Gea (A. Yanti), Aroziduhu Daeli (A. Feni), Agustinus Gea (A. Kevin), Freddi Gea (A. Linus), dengan pengurus, Ketua : Ibu Pdt Petranita Zebua, Sekretaris : Snk Freddi Gea, Bendahara : Snk Saroniatman Gea.

 

3. Tahap Pergantian Pendeta Yang Pertama (tahun 2004 – tahun 2008) Pada tgl 25 Januari 2004 terjadi pergantian kepemimpinan di Jemaat Batam di mana Ibu Pdt. Petranita B. Zebua, B.Th dipindahkan menjadi Pendeta Jemaat BNKP Mandala, Distrik Medan II dan digantikan Bapak Pdt. Elifati Gea, S.Th sebagai Pendeta Jemaat Batam dengan Surat Penugasan BPHMS Nomor 1/KEP/I/2004, tertanggal 05 Januari 2004 dan acara serah terima dilaksanakan Pdt K. Hia atas nama BPHMS BNKP. Melihat bertambahnya lingkungan pelayanan, maka diangkatlah penatua antar waktu yakni : Yamamoni Zebua (A. Ifan), Bezisökhy Daely (A. Jonathan), Yatatema Hia (A. Rudolf), Berkat Peringatan Harefa (A. Indah), Kemarjun Sarumaha (A. Dinar), Enuarti Zendratö (I. Fa’a), Aminia Ziliwu (I. Cindy), Hezinfaudu Hia (A. Ronaldo) Seiring dengan bertambahnya usia jemaat BNKP Batam, maka atas pertimbangan BPHMS BNKP akhirnya memutuskan bahwa BNKP Batam menjadi satu wilayah pelayanan Distrik. Peresmian ini sesuai SK BPHMS BNKP No. : 246/KEP/VII/2006 tgl 27 September 2006 yang dipimpin Ephorus BNKP Bpk Pdt Ar Geya, tepatnya tgl 8 Oktober 2006 dengan nomor induk distrik 113. Pada saat yang sama dilaksanakan HUT BNKP Batam ke – 9 sekaligus acara pentahbisan Gedung Gereja, pelantikan BPMD (Pdt Elifati Gea, Pdt Calvin Dachi, Saroniatman Gea, Yafeti Zalukhu, Dirikan Bazikho, Freddi Gea, Tiadur La’ia) dan Majelis Distrik BNKP Batam (2006-2007) dengan SK No.253/KEP/VI/2006 tertanggal 28 September 2006, dan sebelumnya pada tgl 6 Oktober 2006 telah dilaksanakan peresmian Pos Pelayanan BNKP di Dapur 12 menjadi Jemaat BNKP Persiapan Filadelfia. Selanjutnya pada tahun 2007, juga dilaksanakan pemilihan dan pengangkatan BPMD dan Majelis Distrik periode (2007-2012). Anggota BPMD yang dilantik yaitu Pdt Elifati Gea, Pdt Furugombowo Wa’u, Saroniatman Gea, Rusu’eli Gulo, Yafeti Zalukhu, Mesakhi Halawa, Freddi Gea, Bezisokhi Daely, Berkat Peringatan Harefa

 

4. Tahap Pergantian Pendeta Yang Kedua (Tahun 2008 – sampai 2012) Pada tgl 25 Mei 2008 terjadi pergantian kepemimpinan dari Bpk Pdt Elifati Gea, S.Th kepada Bpk Pdt Drs Afolo Daeli, M.Min sebagai Pendeta Distrik merangkap pendeta Jemaat BNKP Batam yang dipimpin Bpk Pdt B Zega MTh (Bendahara BNKP) an BPHMS BNKP sekaligus pelantikan BPMD, Majelis Distrik periode 2007 – 2012 dengan SK No.107/KEP/VI/2008 tertanggal 17 Mei 2008. Pada tgl 31 Agustus 2008 dilaksanakan pelantikan penatua (SNK) dan pengurus Komisi (pengganti dan yang baru) periode 2007 – 2012 yakni : Tiadur La’ia, Ir Desman Zega, Heramus Duha, Fatiziduhu Gea, (kesemuanya adalah mantan penatua yang kembali aktif dalam pelayanan), pelantikan pengurus Komisi Mission dan Oikumene (KMO), Komisi Pelayanan Hukum (KOPELKUM), dan pelantiakan Guru-Guru Sekolah Minggu sebanyak tiga orang.

Oleh karena tuntutan pelayanan dan meluasnya daerah pelayanan, maka BPHMS BNKP menempatkan Pdt. Agus Salam Harefa, S.Th sebagai Pendeta di Jemaat BNKP Batam pada tanggal 11 Januari 2009 berdasarkan Surat Keputusan BPHMS BNKP Nomor : 01/KEP/I/2009 tertanggal 06 Januari 2009. Pelayanan terus berjalan dengan baik dan terus berkembang. Sehingga pada tanggal 8 Februari 2009 telah dibuka secara resmi Pos Pelayanan BNKP Pulau Bintan dengan Surat Keputusan BPHMS BNKP Nomor : 410/KEP/VII/2009 tertanggal 27 Mei 2009 dengan NIG 0981 dan pada tanggal 22 Februari 2009 dibuka secara resmi Pos Pelayanan BNKP Kabil-Punggur, dengan Surat Keputusan BPHMS BNKP Nomor : 409/KEP/VII/2009, tertanggal 27 Mei 2009 dengan NIG 0980. Dengan adanya Tata Gereja BNKP 2007 maka beberapa peraturan diterbitkan, salah satunya dihapusnya aras distrik dalam struktur gereja BNKP. Sebagai konsekwensinya, Distrik BNKP Batam yang baru berusia kurang tiga tahun itu resmi dibubarkan pada tgl 17 Mei 2009 dengan SK BPHMS BNKP Nomor : 320/KEP/VII/2009, tertanggal 12 Mei 2009. Pada saat itu dilakukan pelantikan Majelis Jemaat, BPMJ BNKP Batam dan BPPJ oleh Pdt Drs Afolo Daeli, M Min atas nama BPHMS BNKP dengan SK Nomor : 335/KEP/VI/2009, dan SK untuk BPPJ dengan No : 336/KEP/VI/2009 masa pelayanan 2007-2012. Dengan demikian, jemaat BNKP Batam dan jemaat BNKP Filadelfia berdiri sendiri-sendiri. Sesuai SK BPHMS BNKP No : 597/KEP/VII/2009 tentang pembentukan Resort 42 yang diresmikan pada tgl 12 Juli 2009 di Medan, maka sesuai petunjuk BPHMS BNKP, Jemaat BNKP Batam bergabung dengan Resort 42 BNKP di Medan

D. Pembangunan Fisik Karena lahan pertapakan di komplek Ruko Green Land itu masih danau maka panitia bersama seluruh warga berusaha menimbun lokasi itu (rata-rata kedalaman 5 m) agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Selanjutnya, pada tanggal 10 Oktober 1999 dilaksanakan peletakan batu pertama Gedung Gereja BNKP Batam oleh Bapak Praeses Resort VII BNKP, Pdt. HS. Harefa, S.Th (alm), dengan ukuran Gedung Gereja 20 m x 28,5 m dan mulai saat itu pembangunan dimulai. Di tengah berkobarnya semangat membangun, Bpk Torowa Daeli (Ketua I) pindah tugas ke Jakarta dan dilanjutkan dengan Bapak Iskandar Dakhi sebagai Ketua II. Karena pembangunan sedikit terkendala maka panitia dipimpin Bapak Biduri Sarumaha (Ketua III) dan posisi Bendahara digantikan Bapak Sanggam Saragih, sedangkan personil yang lain masih tetap.
Melihat kondisi pembangunan telah siap 65 % maka pada tgl 1 Desember 2002 (Advent I) tempat kebaktian dipindahkan dari lodsu ke Gedung Gereja baru. Dengan perpindahan Bapak Biduri Sarumaha (alm) ke Medan maka Panitia yang ada masih terus melanjutkan pembangunan Gedung Gereja sesuai kemampuan yang ada yang ditahbiskan Bpk Ephorus BNKP pada tgl 8 Oktober 2006. Di tengah pergumulan pembangunan dan pelayanan, cicilan UWTO ke Bpk Go Irawan yang besarnya satu juta perbulan tertunda lama sehingga belum dapat dibayarkan. Bpk Go Irawan akhirnya menarik kembali sebagian tanah itu sehingga lahan yang dijadikan hanya 1.941,93 M2 Tahun 2007 dibentuklah Panitia Kelanjutan Pembangunan Gedung Gereja Jemaat BNKP Batam dan Pembangunan Rumah Dinas Pendeta Jemaat BNKP Batam dengan SK No. 03/SKEP/BPMD/BNKP BTM/IX/2007 tanggal 16 September 2007 dengan personalia Bpk Freddi Gea (Ketua), Rusueli Gulo (wakil Ketua), Asali Zebua (Sekretaris), Yaselamat Gea (Bendahara), dengan anggota : Fatiwanolo Zega, Sama’aro Waruwu, Arwadi Gulo, Yatatema Hia, Setiawan Lim, Anton Duha, Buala Harefa, dan Fanotona Hia. Selanjutnya pengerjaan keramik tangga, balkon, pagar balkon dilakukan pada tahun 2008 dan selesai pada tgl 25 Oktober 2008. Selain itu, patut disyukuri bahwa pembayaran UWTO lokasi bangunan gereja dan gedung serbaguna dapat dilunasi pada tgl 9 Juli 2008. Pembangunan Pastori Sepertinya Panitia belum selesai PR, tanpa lelah mulai merancang pembangunan rumah pelayan (pastori) dan majelis melakukan peletakan batu pertama pada tgl 2 Desember 2007, pembangunan dimulai pada bulan Juli 2008 dan selesai tahap pertama pada tgl 24 November 2009 dan secara resmi penggunaan pastori dimulai 25 November 2009 dimana dilaksanakan kebaktian syukur sekaligus pelaksanaan kebaktian lingkungan gabungan yang terakhir untuk tahun 2009. Dan masih banyak lagi yang dikerjakan, dan merupakan kebutuhan jemaat dan sangat urgen seperti kamar mandi umum, pagar, gedung serbaguna dan gedung Sekolah Minggu, kantor-kantor, tahap ke-2 pastori, penggantian atap gereja, pengecatan ulang kosen, jendela dan pintu, penataan lingkungan gereja......tetapi yang penting, kiranya apapun yang dikerjakan sesuai kehendak Allah dan berguna bagi semua. Kita percaya Tuhan Yesus pemilik gerejaNya terus berkarya di dalamnya. Pengembangan dan Pembangunannya

 

1. Jemaat BNKP Persiapan Filadelfia Pada tahun 2002, terjadi pemindahan kavling Frengky oleh Otorita Batam ke Dapur 12, sehingga banyak warga jemaat BNKP Batam yang ikut pindah ke Dapur 12. Untuk melayani jemaat yang dipindahkan tersebut, maka Majelis Jemaat Batam mengusahakan pertapakan gereja. Setelah didapatkan kavling, maka dilanjutkan pembangunan dengan mengangkat Panitia Pembangunan sehingga pada tanggal 28 Desember 2003, gedung gereja darurat di Dapur 12 ditetapkan sebagai satu Pos Pelayanan BNKP Jemaat Batam. Pos Pelayanan ini resmi menjadi Jemaat Persiapan pada tgl 6 Oktober 2006. Di tempat ini masih berdiri tempat ibadah sementara, sedangkan pembangunan gedungnya baru tahap ring balok yang sudah selesai. Doakanlah, sangat dirindukan tangan-tangan Kristus yang menolong melalui anak-anakNya.

 

2. Pos Pelayanan BNKP Kabil Pos pelayanan yang masih seumur jagung ini, resmi dibuka 22 Pebruari 2009 yang lalu di lokasi simpang PTK daerah ruli. Pos Pelayanan ini dipimpin Bpk Snk. Puasa Dakhi (Ama Suil) bersama pengurus lain dan dua orang penatua lainnya. Saudara-saudara di sana sebagian besar korban gusuran. Karena belum ada tempat menetap maka mereka pindah darurat di tempat ini. Mereka tidak memiliki pencaharian apalagi dengan perda pemko Batam yang melarang peternakan. Telah diusahakan membuat lodsu yang ukurannya sangat kecil 6 x 8 M2 untuk tempat ibadah dan persekutuan. Pada bulan September 2009 yang lalu telah dibeli tiga Kavling di lokasi perumahan Kavling Bukit Indah Kabil Punggur, untuk persiapan pembangunan tempat ibadah permanen. Doa kita, kiranya pada semua beban pergumulan ini, akan nyata kasih dan kuasa Tuhan di dalamnya, sebab Kristus adalah jawaban pasti untuk segala perkara.

3. Pos Pelayanan BNKP Pulau Bintan. Pos Pelayanan ini berada di kota Tanjung Pinang Pulau Bintan yang telah dibuka secara resmi tgl 8 Pebruari 2009 yang lalu. Ibadah dilakukan satu kali sebulan di rumah warga jemaat. Pos Pelayanan ini dipimpin Bpk T. Telaumbanua (Ama Tomi) bersama pengurus lain dan dua orang penatua. Kita sedang mendoakan dan menggumuli dana dan lahan pertapakan untuk pembangunan gedung. Kita percaya Tuhan pemilik alam semesta ini, dalam waktu yang tepat IA akan menyediakan dan memberikan milikNya itu bagi gerejaNya. Kami yakin, pasti Bapak dan Ibu adalah salah satu diantaranya yang dipakai Tuhan untuk pekerjaanNya ini. E. Pelayanan Pelayanan di jemaat BNKP Batam disusun menurut acuan PUPB 2007-2012 sesuai kondisi di kota ini.
Program pelayanan dibuat menurut bidang marturia, didaskalia, koinonia, diakonia, dan oikonomia dengan menetapkan visi dan misi pelayanan sebelumnya.
Visi pelayanan tahun 2009 yakni : Melalui upaya transformasi dan pelaksanaan program pelayanan, jemaat BNKP Batam menjadi gereja yang berakar dan bertumbuh ke arah Kristus dan atas penyertaan Roh Kudus akan terus melayani untuk menjadi berkat di tengah-tengah dunia ini khususnya bagi masyarakat dimana ia berada sebagai perwujudan jemaat misioner; dengan misi : membenahi diri, mengakarkan firman Tuhan, menyiapkan sumber daya, meningkatkan pembinaan warga jemaat, meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan, meningkatkan pelayanan pastoral,PI,Perkunjungan, membuka pos pelayanan baru, meningkatkan pelayanan diakonia, memantapkan sistim organisasi, dan mengupayakan surat-surat kelengkapan gereja. Beranjak dari visi dan misi ini program pelayanan dibuat dalam jangka pendek setiap tahun. Jadwal pelayanan ibadah (kebaktian minggu pagi,siang,malam), kebaktian lingkungan, pelayanan kategorial SM, Sidi, penggembalaan, Sermon dan Pelatihan Pelayan, jam doa, PA Komisi Perempuan, PA Komisi Kaum Bapak, PA Kelompok Kecil, Kegiatan dan latihan Pemuda dibuat satu kali dalam enam bulan, sedangkan untuk kegiatan Hari-hari Besar dibentuk Panitia Semester baik untuk semester pertama maupun untuk semester dua. Kegiatan masing-masing komisi diatur tersendiri, dan kegiatan besar lainnya diatur BPMJ BNKP Batam. Selengkapnya, program pelayanan ini akan dimuat dalam kolom tersendiri. F. Penutup Demikian profil Jemaat BNKP Batam yang siap melayani kapan dan dimana saja, sesuai panggilannya dalam hakekatnya sebagai gereja; sebab DIA sendirilah yang berkarya di dalamnya. Segala hormat, kemuliaan hanya bagi nama Allah Bapa di Sorga.

 

Oleh : Pdt. Drs. Afolo Daeli, M.Min