• Formulir

  • Kegiatan

  • Pengembangan Diri

  • Data Artikel Belum Tersedia
  • Kepemimpinan

  • Data Artikel Belum Tersedia

KUASA PEMELIHARAAN TUHAN

KUASA PEMELIHARAAN TUHAN
KUASA PEMELIHARAAN TUHAN

KUASA PEMELIHARAAN TUHAN

1 Raja-raja 17:15-24

Pdt. Hartati Zai, S. Th.

Latarbelakang

Kitab 1 & 2 raja-raja merupakan kelanjutan 1 dan 2 Samuel. Kitab ini dimulai dengan mencatat naiknya Salomo pada kursi kerajaan setelah kematian Daud. Awal pemerintahan Salomo dikenang baik, dimana ia berdoa meminta hikmat dan membangun bait Allah selama tujuh tahun. Kemudian ia membangun istana bagi dirinya selama 13 tahun. Ia mengumpulkan banyak istri yang menyebabkan dia untuk menyembah berhala  dan menjauhkan dirinya dari Allah, bahkan kerajaan Israel terpecah menjadi dua yaitu Israel utara dan Israel selatan (1 Raja-raja 12). Setelah kematian Salomo, Israel dipimpin oleh serangkaian raja, sebagian besar mereka jahat dan menyembah berhala. Ini yang menjauhkan bangsa Israel dari Allah dan khotbah nabi Elia pun tidak berhasil membalikkan mereka ke jalan yang benar. Dari antara raja yang paling jahat, raja Ahab dan ratu Izebel, yang meramaikan penyembahan para Baal di Israel (1 Raja 16:30). Selaku utusan Allah, Elia menyampaikan firman hukuman dari Tuhan atas ketidaktaatan Israel (1 raja-raja 17:1). Allah akan menahan hujan selama tiga setengah tahun, sehingga terjadi kekeringan di negeri itu (bnd Ul. 11:13-17). Perikop yang kita bahas ini adalah rangkaian pemeliharaan Tuhan bagi hambanya Elia, dimana Allah menyuruh Elia untuk pergi ke tepi sungai Kerit disana dia akan mendapatkan minum dan burung gagak yang akan mengantar makanannya, setelah beberapa waktu sungai Kerit menjadi kering, maka Allah menyuruh Elia untuk pergi ke Sarfat dan tinggal di rumah seorang perempuan janda yang murah hati yang mempunyai satu orang anak.

 

Tafsiran

1.  Mampu berbagi ditengah kekurangan

Janda sarfat ini seorang wanita biasa yang sudah lama ditinggal oleh suaminya, dia bukan orang Israel tetapi ia berasal dari Sidon tempat pemujaan dewa baal, ketika Elia tiba dirumahnya  ia meminta air  dan sepotong roti, namun perempuan itu berkata “Tinggal segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli, ini hanya cukup untuk aku dan anakku, tetapi Elia berkata kepada perempuan itu diayat 13-14:”jangan takut…” kata-kata Elia yang disertai dengan tindakan dan kuasa Allah dalam diri Elia membuat hati perempuan itu membuka hati dan mau berbagi meskipun dalam segala kekurangannya, dan terbukti bahwa setelah ia membagikan makanan untuk Elia tepung dalam tempayan tidak habis dan minyak dalam buli-buli tidak berkurang (ay. 16). Ini semakin nyata kuasa dan pemeliharaan Tuhan itu dalam kehidupan perempuan sarfat melalui nabi Elia.

2.  Ditengah sukacita, dukapun datang.

Ayat 17-18, dalam nats ini, ketika Elia masih tinggal dirumah perempuan itu, maka tiba-tiba anaknya jatuh sakit dan kehilangan nafas, lalu perempuan itu bersungut-sungut dan menyalahkan Elia atas kemalangan yang menimpanya, namun Elia menghadapi sikap perempuan itu dengan tenang dan kepala dingin.

3. Allah adalah tempat pengaduan kita

Ketika Elia dituduh atas kematian anak  janda tersebut, maka langkah awal yang dilakukan oleh Elia adalah peka terhadap masalah, dia bertanggungjawab atas kemalangan yang menimpa perempuan itu dan ia tidak meminta pertolongan dari orang lain selain dari pada Tuhan (ay. 19-23), dan akhirnya ketika Elia berseru kepada Tuhan, maka Tuhan mendengarkan doanya, anak itu kembali hidup dan  perempuan itupun menyaksikan kemahakuasaan Tuhan dan meyakini bahwa Elia benar utusan Tuhan.

 

Renungan

1. Kita sebagai orang percaya tidak perlu meragukan penyertaan Tuhan dalam hidup kita, belajar dari kehidupan Elia, pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya sungguh luar  biasa, Tuhan tidak sekali-kali membiarkan ia haus dan lapar tetapi Tuhan terus menuntunnya kemana pun ia harus pergi.

2. Jangan tunggu banyak untuk memberi (bnd. 2 Kor. 8:15), ketika kita percaya pada pemeliharaan Tuhan maka setiap orang percaya tidak pernah memperhitungkan kerugian untuk berbagi, karena berkat Tuhan terus mengalir dalam hidup kita. Bagaimana dengan kenaikkan harga barang sekarang apakah kita mampu berbagi dan memberi atau jangan-jangan tidak berbagi sama sekali?

3. Jangan kita menyalahkan Tuhan atau siapapun ketika  kita  menghadapi masalah karna dibalik masalah Tuhan mendidik kita untuk semakin percaya.

4. Tanyakan Tuhan dalam segala hal, jangan panik, jangan gegabah, jangan mencari pertolongan yang lain. Ingat Tuhan mampu melakukan segala hal diluar kemampuan kita sebagai manusia.

Tuhan Memberkati!!

Penulis : Nelvin
Tanggal : 0000-00-00 | Jam 00:00:00

Artikel Lainnya

Renungan PA sektor, 08 Mei 2016

TUNJUKANLAH HATIMU KE JALAN YANG BENAR

BARANGSIAPA YANG KUKASIHI, IA KUTEGUR DAN KUHAJAR

(BERPALINGLAH KEPADA ALLAH, MAKA KAMU AKAN DISELAMATKAN)

PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

KUASA PEMELIHARAAN TUHAN

BUKA HATI UNTUK MENDENGAR SUARA TUHAN

Pentingnya Kesatuan Didalam Kristus