• Formulir

  • Kegiatan

  • Pengembangan Diri

  • Data Artikel Belum Tersedia
  • Kepemimpinan

  • Data Artikel Belum Tersedia

PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT
PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

1 Raja-Raja 19: 4-8

Pdt. Hartati Zai, S. Th.

Latarbelakang

Ada kalanya dalam hidup ini kita menghadapi yang namanya “Masalah”, masalah bisa ada karena diakibatkan oleh ulah kita sendiri dan juga bisa datang dari luar diri kita.  Ketika ada masalah maka sudah pasti jiwa kita terancam bahkan yang terjadi adalah keputusasaan, dan ketika keputusasaan yang melanda hidup kita maka bisa saja muncul dalam pikiran setiap orang untuk mengakhiri hidup di dunia ini. Hal yang sama dialami oleh Nabi Elia, dalam perjalanan kehidupannya untuk menjadi abdi Allah, ia berjuang sungguh-sungguh untuk Tuhan, bahkan ketika ia menghadapi para nabi Baal, ia bisa menunjukkan kuasa Tuhan yang benar dengan membunuh seluruh nabi Baal, akan tetapi dibalik kemenangannya itu timbullah dendam yang membara dari hati Izebel (istri Ahab), Izebel membuat suau ancaman terhadap nabi Elia dan berjanji akan membunuhnya (1 Raja 19:2). Lalu apa dan bagaimana tindakan Elia menghadapi ancaman dari Izebel, itulah yang ia ceritakan melalui perikop ini.

 

 Tafsiran

1. Elia menghindar dari Izebel.  Dalam firman Tuhan ini dikatakan bahwa ketika Elia sudah mendengar bahwa Izebel akan membunuhnya, lalu mulailah timbul ketakutan dan keraguan dalam hatinya sehingga ia pergi melewati padang gurun lalu ia berhenti sejenak dan berkata “sekarang ya Tuhan, ambillah nyawaku…” tindakan dan kata-kata Elia menunjukkan bahwa ia sedang mengalami krisis iman yang sangat hebat  dan mulai meragukan penyertaan Tuhan, sehingga pikirannya fokus pada ancaman dan bukan fokus kepada Tuhan yang ia sembah.

2. Pernyertaan Tuhan dalam kehidupan Elia.  Allah yang disembah Elia adalah Allah yang dasyat dan luar biasa, ditengah-tengah keputusasaan Elia-pun Allah hadir dengan penuh kasih, peduli dan mengerti bahkan ia tahu bahwa Elia sedang lemah secara fisik (lapar) dan lemah secara rohani, lalu Allah mengutus malaikatNya untuk menyentuh nabi Elia dan menyuruhnya makan dan minum, ternyata Tuhan tidak hanya peduli kepada Elia tetapi Dia juga mengerti apa yang dibutuhkan oleh nabi Elia. Inilah bukti kasih Allah kepada Elia, Allah menyatakan kebaikan, kuasa, pertolonganNya. Ia diberi kekuatan oleh Allah supaya ia sanggup melanjutkan perjalanan selama 40 hari 40 malam menuju gunung Horeb dimana Allah nanti menyatakan dirinya kepada Elia

Renungan

1. Jangan pernah lari dari masalah. Setiap kita memiliki pergumulan hidup yang hampir sama dengan Elia. Orang Kristen sering kali putus asa  melihat persoalan yang dihadapi tidak kunjung selesai, seolah-olah kuasa Tuhan terbatas. Namun percayalah, Tuhan tidak pernah tinggal diam, Ia tahu kapan waktu dan saatNya ia bertindak.

2. Allah kita adalah Allah yang mengerti dan Allah yang peduli, kepedulian Tuhan melambangkan bahwa ia tidak sekali-sekali menginggal kita ditengah-tengah bahaya hidup akan tetapi Dia selalu ada kapan dan dimana saja.

3. Tuhan selalu memberi kita kekuatan untuk tetap berjalan di jalanNya Tuhan, roti yang diberikan oleh Allah kepada Elia agar ia kuat menempuh perjalanan yang begitu jauh, bahkan roti hidup yang tidak membuat orang lapar telah Ia berikan bagi kita melalui diri Yesus Kristus, jadi barang siapa yang sudah menjadikan Yesus bagian dalam hidupnya sebagai roti hidup maka meskipun ancaman dan bahaya melanda, tidak akan pernah mengalami kelelahan, karena di dalam Dia ada kuatan.

Tuhan Memberkati!!    

Penulis : Miliyakin zalukhu
Tanggal : 2015-08-11 | Jam 08:54:35

Artikel Lainnya

Renungan PA sektor, 08 Mei 2016

TUNJUKANLAH HATIMU KE JALAN YANG BENAR

BARANGSIAPA YANG KUKASIHI, IA KUTEGUR DAN KUHAJAR

(BERPALINGLAH KEPADA ALLAH, MAKA KAMU AKAN DISELAMATKAN)

PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

KUASA PEMELIHARAAN TUHAN

BUKA HATI UNTUK MENDENGAR SUARA TUHAN

Pentingnya Kesatuan Didalam Kristus