• Formulir

  • Kegiatan

  • Pengembangan Diri

  • Data Artikel Belum Tersedia
  • Kepemimpinan

  • Data Artikel Belum Tersedia

(BERPALINGLAH KEPADA ALLAH, MAKA KAMU AKAN DISELAMATKAN)

(BERPALINGLAH KEPADA ALLAH, MAKA KAMU AKAN DISELAMATKAN)
(BERPALINGLAH KEPADA ALLAH, MAKA KAMU AKAN DISELAMATKAN)

(BERPALINGLAH KEPADA ALLAH, MAKA KAMU AKAN DISELAMATKAN)

YESAYA 45 : 20 – 25

(SNK. ALIMAN LASE)

 

Pengantar

Secara umum kita ketahui bahwa Kitab Yesaya ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Proto Yesaya (Pasal 1 – 39), Deutero Yesaya (Pasal 40 – 55) dan Trito Yesaya (Pasal 56 – 66). Bahan renungan kita malam hari ini berada pada bagian kedua (Deutero Yesaya), ketika bangsa Israel berada di tanah pembuangan Babilonia. Dalam kisah yang kita bacakan tadi, Allah memakai bahkan mengangkat raja Koresy (raja bangsa asing, ayat 1) untuk membebaskan umat-Nya dan menyatakan diri sebagai Allah yang Tunggal, Tuhan di atas segala bangsa.

Tafsiran

Ayat 20 :

Dalam ayat ini terkandung ajakan untuk berkumpul terhadap sisa bangsa Israel yang terluput dari peperangan setelah Koresy menang. Dijelaskan bahwa, dalam perkumpulan itu ada kelompok yang mengarak patung yang terbuat dari kayu. Patung itu mereka percaya dan sembah dan berharap bahwa patung itu mampu menyelamatkan mereka. Tetapi ternyata dalam ayat ini, firman Tuhan menegaskan bahwa siapapun yang mengarak patung, mereka tergolong orang yang tidak berpengetahuan. Artinya, setiap pribadi yang masih percaya kepada berbagai macam patung modern (ilah) juga sampai saat ini, maka dia adalah orang yang tidak berpengetahuan. Jadi, kepada sisa bangsa Israel ini diajak untuk tidak lagi mengandalkan patung yang merupakan buatan tangan mereka sendiri.

Ayat 21 :

Diberi kesempatan kepada bangsa Israel untuk merenungkan kembali dan menyampaikan alasan mengapa mereka menyembah patung. Sekaligus dalam ayat ini dijelaskan bahwa patung itu tidak memiliki kuasa apapun. Patung itu tidak dapat berbuat keadilan, tidak dapat menyelamatkan. Keberadaan bangsa Israel baik sebelum dibuang ke Babilonia maupun selama di sana sangat tertindas dari berbagai bidang. Tetapi anehnya, mereka justru mengandalkan patung (dewa) untuk membebaskan, mengangkat derajat sosial mereka namun hasilnya nihil. Karena itu, Allah menegaskan dibagian akhir ayat ini “Bukankah Aku, Tuhan? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!”.

Ayat 22 :

Segenap bangsa Israel dipanggil Allah kembali agar bertobat. Allah memberi ruang kepada mereka untuk bertobat. Allah senantiasa mengasihi mereka dan menantikan kedatangan bangsa Israel untuk diselamatkan. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai pribadi yang sangat mengasihi, pribadi yang murah hati, pribadi yang mengampuni. Kalimat “biarkanlah dirimu diselamatkan”, merupakan kesempatan emas yang harus dimanfaatkan, karena inisiatif penyelamatan datang dari Allah sendiri. Bukan karena bangsa Israel hebat ataupun baik, tetapi karena Kasih-Nya yang sangat besar.

Ayat 23-25 :

Banyak kita temukan dalam Alkitab bahwa Allah mengikatkan diri-Nya sendiri atas inisiatif sendiri dengan sumpah kepada umat pilihan-Nya. Tentu tindakan ini adalah bentuk tanggungjawab penuh dari Allah terhadap umat pilihan-Nya. Dalam ayat ini hendak dijelaskan sebuah kebenaran  yaitu : semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa. Artinya, walaupun saat ini sangat banyak orang yang belum percaya kepada-Nya, tetapi pada akhirnya mereka akan percaya dan mengaku bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat. Kalimat ini mengingatkan kita ucapan Paulus kepada jemaat di Filipi, bahwa segala bangsa akan bertekut lutut dan lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (Fil 2 : 10-11). Tapi, pertanyaannya adalah bagaimana bangsa-bangsa ini mengenal dan mengakui Yesus? Tentu hanya ketika ada orang yang mau memberitahukan kebenaran itu. Siapakah mereka? Siapakah yang akan dipakai Tuhan untuk memberitakan kebenaran itu? Saya kira kita semua bersedia untuk itu, Amin?

Dalam ayat ini lagi kita melihat bahwa setiap kelompok yang tidak mau menuruti kehendak Allah yang benar bahkan menghujat Allah, pada akhirnya akan datang bahkan mendapat malu alias malu sendiri atas tindakan mereka yang salah.  Tetapi kelompok / orang / bangsa yang bertobat dan menuruti jalan Allah, akan bermegah di dalam Tuhan.

Renungan :

1. Ketika Allah yang bertindak, maka tidak ada yang dapat menggagalkan.

2. Allah senantiasa menantikan pribadi yang tersesat untuk kembali kepada-Nya. Pintu pengampunan tetap terbuka. Datanglah dan nikmatilah keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus.

3. Setiap pribadi yang telah diselamatkan punya tanggungjawab untuk memberitahukan kebenaran itu bagi mereka yang “tidak berpengetahuan”, agar mereka bertekuk lutut dan mengaku dengan lidah bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Beritakanlah Injil, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya.

 

 

Penulis : Miliyakin zalukhu
Tanggal : 2015-08-22 | Jam 07:44:07

Artikel Lainnya

Renungan PA sektor, 08 Mei 2016

TUNJUKANLAH HATIMU KE JALAN YANG BENAR

BARANGSIAPA YANG KUKASIHI, IA KUTEGUR DAN KUHAJAR

(BERPALINGLAH KEPADA ALLAH, MAKA KAMU AKAN DISELAMATKAN)

PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

KUASA PEMELIHARAAN TUHAN

BUKA HATI UNTUK MENDENGAR SUARA TUHAN

Pentingnya Kesatuan Didalam Kristus