• Formulir

  • Kegiatan

  • Pengembangan Diri

  • Data Artikel Belum Tersedia
  • Kepemimpinan

  • Data Artikel Belum Tersedia

TUNJUKANLAH HATIMU KE JALAN YANG BENAR

TUNJUKANLAH HATIMU KE JALAN YANG BENAR
TUNJUKANLAH HATIMU KE JALAN YANG BENAR

Renungan kebaktian keluarga

 YESAYA 30:8-14

TUJUKANLAH HATIMU KE JALAN YANG BENAR

(Pdt. Oklisman Gulo, S.Th, M.Min)

A.      Latar belakang Perikop

Yesaya seorang nabi ‘besar’yang hidup di zaman penting dalam sejarah bangsa Israel sekitar abad ke 8 SM. Suratnya di bagi dalam 3 bagian, menurut sejarah Israel dalam menghadapi pembuangan ke Babel, yakni Proto-Yesaya (ps 1-39): sebelum pembuangan, Deutro-Yesaya (ps 40-55): sedang dalam pembuangan dan Trito-Tesaya (ps 56-66): kembali dari pembuangan.  Perikop pas 30 ini adalah Firman Tuhan yang disampaikan Yesaya ketika mereka akan di buang ke Babel. Situasi Israel tidak kondusif. Mereka sedang menghadapi ancaman kedaulatan bangsa yang sangat serius. Bangsa Asyur yang kuat sedang bergerak memperluas wilayah jajahannya. Israel tak terkecuali menjadi sasaran.

Menghadapi ancaman ini, para pembesar Yerusalem beruding dan memutuskan untuk berkoalisi meminta tolong kepada Mesir untuk menghadapi bangsa Asyur (30:3-4). Mereka tidak bertanya kepada Tuhan dan rencana itu disebut rancangan yang bukan dari Tuhan dan bukan dorongan dari Roh Tuhan (30:1-2). Akibatnya Tuhan tidak berpihak kepada bangsa Yehuda. Tindakan mereka tersebut di anggap dosa sebab lebih mengandalkan kekuatan dunia dan manusia daripada mengandalkan Tuhan. Yehuda kalah dan dikuasai bangsa lain. Pertolongan Mesir tak berguna dan percuma. Malah Allah menamai Mesir dengan sebutan ‘Rahab’ artinya ‘yang congkak’ yang dibuat ‘menganggur’ tidak dapat berbuat apa-apa menolong orang Israel.

B.  Penjelasan Perikop

  Perikop ini dibagi dalam 3 bagian untuk mencari artinya:

1.  Gambaran pengalaman buruk yang menjadi pelajaran berharga (ay 8)

  Dalam ayat ini Allah memerintahkan Yesaya untuk menuliskan di loh batu dekat Yerusalem istilah ‘Rahab yang dibuatnya menganggur’ artinya supaya setiap generasi bangsa itu mengerti bahwa pengalaman buruk yang pernah terjadi ketika mereka mengadalkan bangsa Mesir atau mengadalkan manusia dan bukan Tuhan adalah dosa di mata Tuhan dan tidak ada arti apa-apa.

2.  Gambaran orang yang tidak mengandalkan Tuhan (ay 9-11)

  Dalam ayat-ayat ini dijelaskan bagaimana gambaran dosa bangsa Israel Mereka diumpamakan seperti anak-anak yang suka berbohong, tidak mendengar ajaran Tuhan, menolak didikan dan kebenaran, suka hal-hal yang manis didengar saja, melewati jalan lain dan menganggap percaya Tuhan sebagai suatu beban. Hal ini merupakan tanda-tanda seseorang manusia yang mengandalkan dunia dan tidak mempedulikan Tuhan lagi dalam hidupnya.

3.  Gambaran kedasyatan murka Tuhan (ay 12-14)

  Sebagai akibat dari tindakan yang meninggalkan Tuhan dan menyerahkan hidupnya kepada kekuatan manusia maka akan mendatangkan hukuman yang pasti suatu saat. Kehancuran sudah menanti dan pasti akan datang bagi orang yang tidak bertobat dan tidak menantikan pertolongan Tuhan (30:15).

C.  Pertanyaan Refleksi

1.  Jika kita menghadapi tantangan dan ancaman dan pergumulan, apa ‘jalan yang benar’ kita tempuh sesuai dengan Firman Tuhan di atas?

2.  Dosa apa yang dilakukan oleh bangsa Israel yang membangkitkan murka Tuhan berdasarkan Firman Tuhan di atas?

3.  Apa bagian Firman Tuhan yang lain yang bisa meyakinkan  dan meneguhkan iman kita  sehingga kita tetap berharap dan bersandar kepada Tuhan?

 

 

Penulis : Miliyakin zalukhu
Tanggal : 2015-11-03 | Jam 07:06:46

Artikel Lainnya

Renungan PA sektor, 08 Mei 2016

TUNJUKANLAH HATIMU KE JALAN YANG BENAR

BARANGSIAPA YANG KUKASIHI, IA KUTEGUR DAN KUHAJAR

(BERPALINGLAH KEPADA ALLAH, MAKA KAMU AKAN DISELAMATKAN)

PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

KUASA PEMELIHARAAN TUHAN

BUKA HATI UNTUK MENDENGAR SUARA TUHAN

Pentingnya Kesatuan Didalam Kristus