Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/bnkp/public_html/paneladmin/dbconnect.php on line 6
Renungan minggu, 19 Februari 2017 Kasihilah Musuhmu (Mi’omasi’ö zi fatiu tödö khömi) Matius 5:38-48 Oleh : Pdt. Arlina Tel, S.Th, Gereja BNKP Batam

Renungan minggu, 19 Februari 2017 Kasihilah Musuhmu (Mi’omasi’ö zi fatiu tödö khömi) Matius 5:38-48 Oleh : Pdt. Arlina Tel, S.Th

Renungan minggu, 19 Februari 2017 Kasihilah Musuhmu (Mi’omasi’ö zi fatiu tödö khömi) Matius 5:38-48 Oleh : Pdt. Arlina Tel, S.Th
Renungan minggu, 19 Februari 2017  Kasihilah Musuhmu  (Mi’omasi’ö zi fatiu tödö khömi) Matius 5:38-48 Oleh : Pdt. Arlina Tel, S.Th

Pengantar

Memang dunia mengajarkan kita untuk membalas setiap perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang lain terhadap kita. Siapapun yang menyakiti kita dan melukai kita mau tidak mau secara manusiawi, kita harus membalas lebih setimpal atau boleh lebih kejam lagi. Tetapi ujian kasih yang sebenarnya bukan dari bagaimana kita berelasi dengan orang baik dan meyenangkan, tetapi dari bagaimana  relasi kita dengan mereka yang tidak menyenangkan, menyakiti bahkan yang bersikap kejam terhadap kita, kita mampu wujud nyatakan kasih terhadap mereka.

Merenungkan teks perikop khotbah hari ini kita diajarkan bagaimana hidup dalam hukum kebenaran dan aturan Tuhan. Sesaat membacanya semacam ada pertentangan dengan aturan dalam hukum bagi bangsa israel dengan perkataan Yesus di bukit.

 

Penjelasan teks

Ayat 38 dan 43 berbicara tentang hukum yang berlaku bagi manusia untuk hidup dalam keadilan, menjalani hidup dalam aturan dan kebenaran. Gigi ganti gigi, mata ganti mata, kasihilah sesamamu manusia, bencilah musuhmu. Dalam teks ini bukan berarti pembalasan tersebut harus dilakukan tetapi ini menyangkut hukum atau peraturan yang mau menata kehidupan bangsa Israel pada masa Musa (Keluaran 21, 22, 23). Mengajarkan kepada kita agar jangan ada pembalasan tersebut, maka kita juga terlebih dahulu harus menjaga kehidupan ini untuk melalukan yang terbaik dan keadilan dalam hidup ini.

Ayat 39-42 ayat-ayat ini mau menegur dan menyadarkan kita sebagai orang kristen harus ada perubahan dan tidak serupa dengan dunia ini yang menuntut segala sesuatu pembalasan. Kita justru menunjukkan kasih yang menjadi identitas kita sebagai pengikut Kristus. Mampu memiliki kasih berarti mampu memberikan lebih dari apa yang dituntut pada kita. Memang tidak mudah, tetapi inilah keunikan kita sebagai orang percaya, dimampukan oleh Tuhan mengasihi sesama bahkan musuh sekalipun. Perlu kerendahan hati, harus mampu memberi dari pada meminta, harus ada keralaan sekalipun harga diri dan jabatan yang menjadi keinginan orang untuk keinginannya terhadap kita.

Ayat 44-45 petunjuk lain dalam mengamplikasikan kasih agar terwujud dalam kehidupan kita ditengah-tengah dunia atau musuh yang ada saat ini tidak terlepas dari kekuatan doa. Doa juga menjadi saluran komunikasi terdekat kita dengan Tuhan dalam melalukan segala sesuatu dalam hidup ini. Mendoakan musuh atau orang-orang yang membenci keberadaan bahkan yang mau menghancurkan kehidupan kita merupakan sarana yang tepat bagi kita untuk hidup dekat dengan Tuhan.  Dan sebagai tanda bahwa kita ini juga anak-anak Bapa di sorga. Yang mampu meneladani apa yang telah Kristus perbuat dalam sejarah kehidupan kita hingga saat ini.

Ayat 46-48 manusia yang percaya kepada Yesus harus ada perubahan dan perbedaan dengan orang lain atau orang dunia saat ini. Ada nilai lebih sebab intergritas kita diuji lewat wujud nyata kasih dalam tindakan bukan sekedar teori. Bukan hanya sekedar formalitas, kebiasaan belaka, bukan karena hukum agama yang membuat kita mengasihi tetapi sebagai tuntutan  Allah bagi anak-anakNya unuk menuju kesempurnaan. Menuju kesempurnaan seperti Bapa, maka yang dipakai manusia adaah aturan Tuhan bukan aturan dunia ini, sempurna seperti Bapa yakni mampu memiliki hati yang mengampuni dan mengasihi bahkan hati yang menyelamatkan.

 

Aplikasi

            Memang kasih gampang diucapin tetapi praktek kasih dengan orang yang membenci dan memusuhi kita tidaklah mudah. Melalui renungan hari ini, mengajar kita bahwa hidup orang kristen harus mampu menyatakan kasih sekalipun sangat sakit dan tidak menerima apa yang diperbuat orang lain bagi kita.             Kasih tidak menuntut, tetapi kasih mampu hadir memberikan apa yang terbaik, kasih mampu memulihkan dan memperbaiki apa yang telah terjadi. Kasih banyak menutup pelanggaran bahkan kasih mendatangkan sukacita.

            Miliki kasih Kristus dan praktekan kasih yang sempurna tersebut ditengah dunia yang menakutkan dan mengancam saat ini sebagai kewajiban kita anak-anak Bapa. Kasih itu rendah hati, kasih itu lemah lembut,  kasih itu memaafkan, dan kasih itu mengampuni. Dengan mengasihi membuat dunia ini damai, membawa berkat bagi semua kita yang hidup dalam Yesus...amin