Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/bnkp/public_html/paneladmin/dbconnect.php on line 6
Renungan minggu, 05 Maret 2017 HIDUP DI DALAM ANUGERAH (Mango’aurifagö Howuhowu Lowalangi) Roma 5:12-19 Sdr. Dermawati Zai., Gereja BNKP Batam

Renungan minggu, 05 Maret 2017 HIDUP DI DALAM ANUGERAH (Mango’aurifagö Howuhowu Lowalangi) Roma 5:12-19 Sdr. Dermawati Zai.

Renungan minggu, 05 Maret 2017 HIDUP DI DALAM ANUGERAH (Mango’aurifagö Howuhowu Lowalangi) Roma 5:12-19 Sdr. Dermawati Zai.
Renungan minggu, 05 Maret 2017 HIDUP DI DALAM ANUGERAH (Mango’aurifagö Howuhowu Lowalangi) Roma 5:12-19 Sdr. Dermawati Zai.

Ada sebuah lagu yang sangat saya sukai, yang syair demikian “Yesus Kau Anugerah terindah dalam hidupku. Kau sungguh berarti disetiap jalanku. Anugerahmu selalu mempesonaku. Yesus Kau terbaik, Yesus Kau termanis di dalam hidupku”.

Jemaat yang terkasih dalam Tuhan…..

Syair lagu di atas menggambarkan kepada kita betapa indah, betapa berarti dan betapa mempesonanya anugerah Tuhan melalui pengorbanan Yesus. Ungkapan yang sama juga digambarkan oleh perikop yang menjadi renungan kita bersama pada hari ini. Dalam perikop ini Paulus menjelaskan tentang anugerah keselamatan yang telah memperdamaikan manusia dengan Allah melalui kematian Kristus.

                Dalam perikop ini Paulus menjelaskan tetang dosa yang upahnya adalah maut dan keselamatan yang membenarkan manusia. Untuk menjelaskan kedua hal ini Paulus memberi gambaran “Adam” dan “Kristus” dengan gagasan bahwa karena dosa maka seluruh umat manusia menjadi berdosa dan putus hubungan dengan Allah. Hidup Manusia akan berujung pada hukuman maut. Namun oleh karena kebenaran Kristus semua manusia menjadi benar (dibenarkan) dan hubungannya dengan Allah pun dipulihkan sehingga maut tidak berkuasa lagi atas manusia (bnd. 1 Korintus 15:21-22). Pembenaran oleh Kristus inilah yang disebut dengan anugerah keselamatan. Allah dengan kasihNya melalui Yesus Kristus menggantikan manusia menerima hukuman atas dosa itu dengan memberinya diriNya disalibkan bagi kita. Saat ini, di dalam Kristus, rencana penyelamatan oleh Allah terhadap manusia telah terwujud. Dosa diatasi oleh kasih karunia yang melimpah-limpah (Ayat 15).

Jemaat yang terkasih dalam Tuhan…..

                Melalui perikop ini kita disadarkan oleh dua hal yaitu : Pertama, kita adalah manusia keturunan Adam yang adalah orang berdosa. Keberdosaan kita tidak saja hanya karena ketidaktaatan tetapi juga karna ketidaksetiaan kita pada Allah. Kita layak mati, layak menerima hukuman dan dibinasakan. Namun karena Kristus kita bisa selamat. Oleh karena itu, melalui perikop ini kita diajak untuk menyambut kasih karunia Allah itu dengan tidak hanya saja mengaku percaya tetapi juga menanggalkan kemanusiaan lama kita di dalam Adam dan masuk ke dalam kemanusiaan yang Baru melalui Kristus (bertobat). Kedua, Keselamatan dan kehidupan yang kita terima melalui Kristus hanyalah Anugerah. Bukan karena usaha ataupun karena kekuatan kita maka oleh karena itu kita harus berhenti berpikir bahwa keselamatan bisa kita peroleh dengan usaha kita seperti dengan berbuat baik, bersedekah, dll. Anugerah keselamatan yang dari Allah itu juga adalah tindakan yang sangat “mahal harganya” dibayar dengan darah Kristus karena itu kita jangan menganggap bahwa keselamatan adalah sesuatu yang gampang dan bisa kita anggap percuma.

Jemaat yang terkasih dalam Tuhan…..

                Selanjutnya sebagai orang yang telah hidup dalam Anugerah apa yang harusnya kita lakukan? Melalui perikop ini ada beberapa hal yang menjadi tindakan praktis dari orang-orang yang sudah hidup dalam anugerah Tuhan

  1. Harus mempertahankan dirinya sebagai orang yang hidup dalam kebenaran (orang yang dibenarkan). Sebisa mungkin kita harus melawan dosa sehingga tetap hidup dalam kebenaran dan tidak mati lagi karena dosa.
  2. Menjadi orang yang harus bisa menyatakan Kasih Karunia sehingga orang lain yang ada disekitar kita bisa mendengar bahkan lebih daripada itu mereka juga bisa merasakan kasih karunia Allah.
  3. Menjadi orang yang taat dan setia yaitu senantiasa tunduk dan menuruti perintah Tuhan serta menjadi orang berpegang teguh pada Tuhan (tidak melepaskan diri dari genggaman tangan Tuhan)