Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/bnkp/public_html/paneladmin/dbconnect.php on line 6
Renungan Minggu, 12 Maret 2017 TUHAN PENOLONG YANG SETIA (MAZMUR 121:1-8) Oleh : Pdt. Ondrasi Gea, S.Th, Gereja BNKP Batam
  • Formulir

  • Kegiatan


  • Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/bnkp/public_html/dbconnect.php on line 6
    Kegiatan Belum Tersedia
  • Pengembangan Diri

  • Kepemimpinan


Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/bnkp/public_html/paneladmin/dbconnect.php on line 6

Renungan Minggu, 12 Maret 2017 TUHAN PENOLONG YANG SETIA (MAZMUR 121:1-8) Oleh : Pdt. Ondrasi Gea, S.Th

Renungan Minggu, 12 Maret 2017 TUHAN PENOLONG YANG SETIA (MAZMUR 121:1-8) Oleh : Pdt. Ondrasi Gea, S.Th
Renungan Minggu, 12 Maret 2017 TUHAN PENOLONG YANG SETIA (MAZMUR 121:1-8) Oleh :  Pdt. Ondrasi Gea, S.Th

Mazmur 121 ini berbicara dalam konteks perjalanan ibadah umat TUHAN ke Bait Allah. Pada masa itu merupakan sebuah kebiasaan bagi orang Israel untuk datang berziarah ke Yerusalem setiap tahunnya. Namun perjalanan dari rumah menuju Yerusalem dan kembalinya tidak selalu nyaman, penuh tantangan bahkan ancaman yang membahayakan nyawa. Jika situasi perjalanan ini digambarkan tentu jaraknya jauh, bergurun pasir, berbatu, kering, panas terik matahari, hujan, ada binatang buas yang siap menerkam bahkan para penyamun yang dapat merampok atau membunuh. Dalam perjalanan pulang, umat juga menyaksikan gunung-gunung yang diyakini sebagai tempat pemujaan para dewa dan gambaran kekuatan yang mempengaruhi hidup manusia. Bagaimana pun umat pasti merasa gusar. Kegusaran mereka dapat kita lihat dalam ayat 1, “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?”  Ketika mereka menyanyikan mazmur ini secara bersahutan, maka pertanyaan mereka ini disahut oleh para imam di ayat 2 yang mengatakan pertolongan itu datang dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Dalam dua ayat ini, kita menemukan sesuatu yang menarik, yaitu hal kekuatiran orang Israel digambarkan dengan sebuah benda, yaitu gunung. Sedangkan para imam menjawab bahwa Tuhan yang memberikan pertolongan adalah Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, Tuhan yang menciptakan gunung itu. Gunung dengan langit dan bumi tentu tidak sebanding. Tetapi yang menjadi penolong orang Israel bukanlah langit dan bumi, tetapi Pencipta langit dan bumi itu sendiri. Jika gunung saja tidak bisa dibandingkan dengan langit dan bumi, bagaimana mungkin gunung dibandingkan dengan Pencipta langit dan bumi? Inilah penghiburan yang diberikan para imam bagi bangsa Israel yang mengalami kekuatiran. Pergumulan kita mungkin kita samakan dengan gunung, tetapi penolong kita adalah Tuhan pencipta langit dan bumi. Untuk lebih meneguhkan keyakinan umat, pertolongan Tuhan ini dijelaskan dengan tindakan-Nya :

-    Tidak membiarkan kakimu goyah. Kaki yang berjalan dengan goyah artinya lemah, lesu membuat langkah jadi tertahan. Berhentinya langkah juga disebabkan karena takut terhadap suatu hal. Orang Israel mengalami hal ini dalam perjalanan mereka beribadah kepada Tuhan. Namun Tuhan yang setia tidak membiarkan hal itu terjadi bagi orang-orang yang mencari Dia. Tuhan sanggup menghalau masalah yang merintangi umat-Nya datang beribadah kepada-Nya. Adakah yang membuat kita goyah mencari Tuhan? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Bagi orang percaya yang berserah penuh di bawah tangan Tuhan yang kuat tidak akan dihalangi masalah apapun untuk bersekutu dengan Tuhan.

-    Menjaga dengan setia. Tuhan adalah penjaga yang kuat dan sempurna. Tuhan tidak pernah tidur maupun terlelap. Jelas ini menunjukkan keperkasaan dan kesetiaan Tuhan. Tak satupun manusia yang tidak tidur maupun terlelap. Sehebat apapun kekuatan manusia berjaga-jaga tidak dapat diandalkan. Penjaga melihat tanda bahaya dan menyingkirkan penghalang untuk memberi rasa aman. Itulah Tuhan Penjaga Israel. Tak satu hal pun lewat dari pengawasan Tuhan, termasuk persoalan dan pergumulan hidup ini. Tuhan melihat dan tangan-Nya tidak terlambat untuk menolong. Bahkan Dia memberikan kita ketenangan dalam setiap apa yang kita butuhkan. Atau pun masalah, ancaman dan bahaya masih mengelilingi kehidupan ini, tetapi yang penting adalah ketika Tuhan melepaskan kita pada saat kita berteriak minta tolong. Sedikit pun Tuhan tidak tinggal diam dan tidak sekalipun melupakan kita. Pemeliharaan Tuhan sangat besar sebagai jawaban atas persoalan kita.

-    Melindungi fisik/kesehatan. Lamanya umat dalam perjalanan ziarah yang beratapkan langit tentu melewati panas matahari dan dingin di malam hari. Panas maupun dingin dapat menyebabkan penyakit. Namun di sini Tuhan adalah pelindung dan tempat bernaung sehingga umat-Nya mendapat keteduhan. Penyertaan Tuhan itu begitu dekat “di sebelah tangan kananmu”. Ini adalah bukti bahwa Dia adalah Allah yang mahahadir, Allah yang Immanuel ada bersama-sama dengan kita. Jika saat ini kita masih sehat, terhindar atau sembuh dari penyakit bukanlah karena usaha kita menjaga diri, bukan juga semata-mata karena pertolongan dokter atau obat-obatan, tetapi kuasa Tuhan yang menolong dan melindungi kita. Meskipun mata kita tidak melihat tetapi kita sungguh merasakannya. Perlindungan Tuhan juga mestinya disyukuri dengan sikap hormat kepada-Nya.

-    Menyelamatkan nyawa. Kata nyawa disini berarti jiwa atau hidup. Pemazmur menyatakan bahwa TUHAN akan memelihara hidup kita dari kecelakaan, keburukan dan kejahatan. Ini adalah jaminan yang berlaku sampai selama-lamanya. Jaminan keselamatan dalam setiap perjalanan umat mencari Tuhan, beribadah kepada-Nya baik saat masuk maupun keluar. Jaminan penyertaaan Tuhan tidak hanya dirasakan umat-Nya ketika beribadah di bumi ini, tetapi keselamatan perjalanan ibadah orang percaya sampai di dalam sorga kelak, dimana penyembahan kepada Tuhan tiada hentinya.

Tentang Allah Penolong dan Penjaga orang Israel itu, apakah Allah ini juga kita yakini sebagai Allah yang menjaga kita selama ini? Kita mungkin tidak dalam perjalanan ziarah, tetapi kita berada di jalan kehidupan di mana kita sedang bergumul dalam menjalaninya. Masihkah kita berkata bahwa Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi itu, adalah penolong kita? Mari aminkan “ya pertolongan kita adalah di dalam Tuhan yang menjadikan langi dan bumi ! Amin.