|
PEMIMPIN BERHATI GEMBALA Tidak sedikit para pemimpin gereja yang kesulitan dan frustrasi karena melakukan kepemimpininannya dengan gaya kepemimpinan duniawi. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang berhati gembala, dan tidak sebaliknya. Kepemimpinan Kristiani adalah panggilan, pelayanan, dan anugerah. Oleh karena itu, pemimpin bertolak dari panggilannya sesuai firman Tuhan dan bukan pada ambisi pribadi, tugas itu diterima bukan karena kelebihan dan perjuangan tetapi merupakan anugerah, tugas itu dilakukan tidak dengan paksa atau dipaksakan tetapi dengan hati tulus sebagai pelayanan dan abdi seorang hamba kepada Tuannya. Tujuannya untuk membangun kerajaan Allah, sesuai kehendak Allah dan bukan membangun kerajaan pibadi, kerajaan keluarga, kekuasaan atau politik, sehingga pelayanan itu memerdekakan dan bukan menguasai dan mengendalikan mereka yang dilayani, Melakukan tugas itu bukan untuk melayani birokrasi, juga bukan untuk menjawab semua program yang sudah ditetapkan tetapi lebih kepada goal yang dicapai. Pemimpin yang demikian tidak digerakkan oleh atasan birokrasi, juga tidak dengan uang, dan juga tidak menggerakkannya dengan uang tetapi dengan visi dan misi dari Tuhan yang dilandasi dengan kasih Allah yang amat besar itu. Pemimpin itu melakukan semua pelayanannya sebagai gembala, ia merangkul dan menegor, ia menolong dan sangat peduli, ia memperlengkapi dan memberdayakan; hatinya pada jemaat, segenap waktunya bagi mereka, bahkan hidupnya bagi mereka. Semuanya dilakukannya karena Kristus yang telah menyelamatkannya telah menjadi Gembala Agung baginya. Mari kita melayani-Nya, memimpin jemaat Tuhan, menggembalakan domba-domba Allah. Tuhan menyertai. Oleh : Pdt. Drs, Afolo Daeli, M.Min |