• Kegiatan

  • Pengembangan Diri

  • Data Artikel Belum Tersedia
  • Kepemimpinan

Renungan 13 Februari 2011

Renungan 13 Februari 2011
Renungan 13 Februari 2011RENUNGAN, 13 FEBRUARI 2011 MEMATUHI PIMPINAN ROH (MARKUS 1 : 9 - 15) Pelayanan yang dilakukan Yesus di dunia selalu berdasarkan kehendak Bapa yang mengutus-Nya yang dibuktikan dengan kepatuhan-Nya terhadap pimpinan Roh Kudus. Pertama, pada saat Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan pertobatan serta baptisan bagi orang-orang yang mengakui dosanya. Ada banyak orang yang datang dari Yudea dan Yerusalem untuk dibaptis. Yesus juga datang dari Nazaret untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Namun, perlu kita ketahui bahwa baptisan Yesus bukanlah karena Ia berdosa (sebagaimana orang-orang lain yang memberi diri dibaptis), tetapi karena Ia mematuhi pimpinan Roh dalam menggenapi kehendak Allah (bnd Mat 3:15). Suatu pertanda bahwa kerendahan hati mengawali pelayanan-Nya di dunia. Setelah Yesus dibaptis, maka Roh Kudus turun ke atas-Nya dan Allah Bapa berseru “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (ay 11). Artinya, bahwa melalui baptisan ini maka Yesus dinyatakan kepada khalayak ramai dan kepada seluruh orang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah sekaligus menyatakan ke-Tritunggal-an Allah, yakni Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Perkenaan Allah kepada Yesus sebagai bukti bahwa Dia tidak berdosa. Perkenaan Allah kepada Yesus juga sebagai bukti bahwa Yesus siap mematuhi apa yang Bapa kehendaki. Kedua, setelah Yesus dibaptis maka Yesus dipimpin oleh Roh Kudus ke padang gurun selama empat puluh hari dan pada saat itu Yesus menghadapi cobaan dari Iblis. Yesus tidak memberontak ketika menghadapi pencobaan, Ia juga tidak mundur dari pelayanan, tetapi dengan kerendahan hati dan ketulusan melayani, Yesus menghadapi pencobaan sesuai dengan pimpinan Roh Kudus sehingga akhirnya Ia berhasil dan menang melawan cobaan dari Iblis. (Pencobaan Yesus silahkan baca Matius 4:1-11) Ketiga, Yesus memulai pelayanan-Nya dengan menyampaikan berita yang relevan sampai saat ini dan seterusnya, yaitu : “Bertobatlah”. Pertobatan yang diserukan oleh Yesus bukanlah atas kemauan-Nya sendiri tetapi oleh petunjuk Roh Kudus. Itulah visi dan misi Yesus ke dunia ini supaya semua manusia beroleh keselamatan, menjadi warga Kerajaan Allah. Seruan ini adalah TUNTUTAN bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali. BERTOBAT dan PERCAYA kepada Injil artinya, memberi diri untuk dibaharui menurut kehendak Allah dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada kebenaran Firman Allah dan menghidupi Injil itu seumur hidup. Yesus telah memberi teladan bagi kita dengan penyerahan diri sepenuhnya kepada pimpinan Roh Kudus, baik sebelum melakukan pelayanan maupun pada saat melakukan pelayanan bahkan ketika mengakhiri pelayanan di dunia ini. Ia rela meninggalkan tahta-Nya yang begitu mulia untuk melayani umat manusia sebagai penyataan bagi kita bahwa Ia begitu rendah hati dalam pelayanan. Ia telah mengambil rupa sebagai seorang hamba dengan mematuhi pimpinan Roh. Melalui perenungan hari ini, biarlah hidup kita terus kita percayakan sepenuhnya kepada pimpinan Roh Kudus. Kalau anda menjalani berbagai pekerjaan dan aktifitas apapun itu, patuhilah pimpinan Roh Kudus. Kemenangan Yesus menghadapi cobaan dan menyelesaikan pelayanan berkat kepatuhan-Nya kepada pimpinan Roh,kiranya membangkitkan semangat kita dalam melayani dan menghadapi berbagai tantangan si Iblis termasuk “kemalasan”. Melayanilah sesuai dengan pimpinan Roh Kudus, dan biarlah Roh itu sendiri yang berkarya dalam kehidupan kita (bnd Roma 12:11). Kumandangkanlah senantiasa PERTOBATAN, karena itulah kehendak-NYA. Tuhan memberkati. Selamat Minggu Ephifanias!Tuhan Yesus Memberkati.(Oleh : Pdt. Agus Salam Harefa, S.Th)